Pages

Ads 468x60px

Labels

artikel (102) gadget (5) go green (3) green (2) indonesia (9) internet (10) iptek (13) IT (15) linux (3) lirik lagu (99) microsoft (10) save earth (6) Sistem Ekonomi (5) tokoh (4) windows (8)

Senin, 11 November 2013

Komet Terang ISON, Apa dan Mengapa Istimewa?

KOMPAS.com — Salah satu benda langit yang akhir-akhir ini menjadi buah bibir adalah komet ISON. Ada berita tentang ISON yang mengalami disintegrasi, bersinar hijau, memiliki dua ekor, dan sebagainya.

Masalahnya, mungkin banyak yang belum mengetahui komet ISON. Apa sebenarnya komet ISON dan mengapa istimewa? Mengapa warga Indonesia juga harus tahu? Mengapa komet ini begitu membuat heboh?

Berikut fakta-fakta yang dirangkum Kompas.com untuk membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.


Apa sebenarnya komet ISON?

Komet ISON adalah sebuah komet yang ditemukan oleh astronom asal Rusia, Vitali Nevski dan Artyom Novichonok, pada 24 September 2012.

Komet ini sejatinya bernama C/2012 S1. Nama ISON diambil dari nama fasilitas yang digunakan untuk menemukannya, International Scientific Optical Network (ISON).

ISON adalah komet yang berasal dari Awan Oort, awan komet yang terletak pada jarak 50.000 Astronomical Unit (1 AU = 149 597 871 km) dari Matahari.

ISON, seperti komet lain dari Awan Oort, bisa terpengaruh oleh gravitasi bintang lain sehingga bergerak ke luar Awan Oort menuju Tata Surya.

Komet ISON bisa disebut sebagai komet sungrazer, yakni komet yang bergerak mendekati Matahari dan mampu mencapai jarak yang sangat dekat dengan bintang induk Tata Surya itu.

Kadang, komet sungrazer bernasib tragis, jauh-jauh datang ke dekat Matahari, tetapi akhirnya terbakar habis dan "mati".

Komet ISON juga bisa disebut komet bayi. Bukan lantaran baru saja terbentuk, tetapi karena baru pertama kali datang ke Tata Surya.

Komet ISON juga bisa disebut sebagai komet yang memiliki periode panjang karena butuh lebih dari 200 tahun untuk mencapai titik terdekat dengan Matahari.

Mengapa ISON istimewa?

ISON istimewa karena kecerlangannya. Saking cerlangnya, ISON bisa dilihat di siang hari bolong dengan mata telanjang!

Prediksi pada awal penemuannya mengungkapkan bahwa kecerlangan ISON akan menyaingi bulan purnama. Namun, prediksi itu direvisi.

Prediksi terbaru, ISON hanya akan tampak maksimum dengan magnitudo -6. Lebih redup dari purnama, tetapi tetap bisa dilihat dengan mata telanjang.

ISON bisa tampak cerlang karena akan mencapai titik yang sangat dekat dengan Matahari, hanya 1,2 juta km dari permukaan Matahari.

Sumber cerlangnya komet ISON berasal dari kandungan es dan debunya. Es perlahan menguap dan debu akan berhamburan, diiluminasi dan dibakar oleh Matahari sehingga menciptakan kecerlangan.

Penguapan es dan hamburan debu maksimum akan terjadi ketika ISON mencapai titik terdekat dengan Matahari 28 November 2013 nanti.

Karena penguapan dan hamburan debu maksimum itu, komet akan tampak sangat cerlang pada hari itu dan sehari sesudahnya, 29 November 2013.

ISON juga istimewa karena periode kenampakannya yang relatif lama, mencapai lebih dari 1 bulan.

Diprediksi, ISON akan mulai tampak 17 November 2013 hingga paling tidak bulan Januari 2014. ISON juga bisa menimbulkan pemandangan semburat ekor komet di petang hari.

ISON diprediksi akan menjadi komet paling terang dalam 50 tahun terakhir.

Mengapa warga Indonesia perlu tahu?

Warga Indonesia perlu tahu karena bisa menyaksikan fenomena kenampakan komet ISON.

Komet ISON bisa diamati dengan mata telanjang oleh warga Indonesia pada tanggal 28 dan 29 November 2013.

Pengamatan di siang hari bisa dilakukan dengan teknik khusus guna menghilangkan terangnya cahaya Matahari.

Beberapa komunitas astronom amatir di Indonesia sudah merencanakan pengamatan ISON sehingga publik pun bisa bergabung.

Setelah ISON menjauh dari Matahari, belum diketahui apakah ISON akan kembali lagi ke Tata Surya. Jika kembali pun, mungkin akan memakan waktu lama.

Kesempatan pada penghujung November ini akan menjadi kesempatan sekali seumur hidup untuk menyaksikan ISON.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar